Pages

Subscribe:

Shopping Online

Rabu, 30 November 2016

BLOG INI BERPINDAH URL

blogger berpindah tempat nge-blog ke https://duniadinar.wordpress.com/ thanks a lot :)

Rabu, 17 Juni 2015

DISCONNECT : KETIKA TEKNOLOGI MENJADI BUMERANG GENERASI



Generasi gadget. Generasi 2013 adalah generasi gadget. Setuju? Mungkin ada beberapa yang setuju dan ada beberapa yang menolak penyebutan ini. Namun cukuplah bahwa seluruhnya akan sepakat mengenai efek negatif gadget yang belum seharusnya dipercayakan secara penuh pada anak yang belum memiliki filter kuat terhadap berbagai arus informasi sekaligus masih dalam proses membangun karakter diri. Tidak banyak orang tua dan anggota keluarga yang sadar bahwa memberi gadget tak semudah memberi susu pada anak bayi atau memberi permen pada balita yang rewel dan terus menangis. Sehingga mereka dengan begitu mudahnya memberikan gadget pada anak tanpa pengawasan yang berarti. Fenomena seperti ini terjadi hampir di seluruh negara, terutama di negara yang kesadaran atas pendidikan dari sisi emosional dan spiritual masih relatif minim. Salah satu negara yang telah menangkap gelagat fenomena tersebut adalah USA. Amerika. Negara dengan tingkat pendidikan tinggi namun pengelolaan emosional dan spiritualnya masih rendah dibuktikan dengan tingginya tingkat kriminalitas dan bunuh diri yang terjadi di negara tersebut. Kesadaran itulah yang kemudian mendorong beberapa sineas untuk memfilmkannya dengan judul DISCONNECT.

Senin, 15 Juni 2015

Terimakasih Untuk Mencintaiku



Aku, lagi. Semuanya terasa begitu rumit. Aku bahkan tak yakin semuanya akan selesai baik-baik saja seperti yang kuharapkan. Aku, lagi. Aku tidak pernah meminta seseorang mencintaiku. Tapi dia bilang dia mencintaiku. Bahkan berusaha membuatku mempercayainya untuk sedikit menyandarkan diriku. Aku, lagi. Aku pikir dia tidak benar-benar mencintaiku. Tapi dia telah mulai berupaya membuktikan bahwa dia mencintaiku. Aku, lagi. Aku pikir semua berhenti pada saat dia mencintaiku, ternyata hatiku tak sesederhana itu.

Kamis, 30 Oktober 2014

Hoping For a Chance

Aku merasa buruk. Buruk dengan hidupku saat ini. Aku seperti kehilangan cara untuk memperbaikinya. Aku kehabisan cara untuk membuat semuanya lebih baik. Rasanya rencana-rencana itu adalah pelarian. Untuk menenangkan diriku dari segala hal yang tak ingin kulihat. Tapi lagi-lagi aku tersuruk. Terngiang nasihat seorang bijak.

Hipokrit

Hal terburuk dalam hidupku adalah saat aku tahu bahwa aku tak sekuat yg mereka kira.
Aku bisa tersenyum, memberi kata-kata semangat, dan memberi saran untuk masalah orang lain. Tapi aku bahkan tak pernah punya keberaniann untuk menghadapi kenyataan yang terjadi dalam hidupku sendiri.
Lalu? Betapa hipokritnya aku.

Sunshine

Selasa, 05 Agustus 2014

[RECALL]: CADAR... SEBUAH MEMOAR KECIL SOAL SUNNAH YANG TERASINGKAN



Harusnya tak perlu kuingat-ingat lagi. Begitukah? Tapi kenyataannya aku masih ingat. Ingat betul bagaimana (sedikit) ketidak adilan itu menghampiriku. Sejak aku memutuskan untuk berjilbab lebar dan besar, aku benar-benar ingin mengamalkan segala hal yang diperintahkan Allah dan RasulNya kepadaku, pada para muslimah. Termasuk soal cadar atau niqob. Jujur saja dulunya kupikir cadar itu perilaku beragama yang berlebihan. Bukan sunnah melainkan segerombolan orang lebay dalam menutup aurat. Semoga Allah mengampuni kebodohanku. Tapi sejak aku mengenal dakwah ahlus sunnah, mengenal mbak-mbak kos dengan jilbab lebarnya dan keinginan bercadarnya, dan jama’ah yang mengagumkan dalam menggaungkan sunnah, aku jadi tahu bahwa cadar adalah sebuah sunnah. Sunnah yang terlupakan. Bahkan oleh mereka yang mengaku penganut mahzab Imam Syafi’i (mohon maaf jika sedikit kasar).

Jika Aku, Kamu, dan Dia Harus Bercerai....



Akhir-akhir ini saya begitu intens membaca novel atau menonton film yang berkaitan dengan segala pandangan dan hidup wanita sebelum menikah dan setelah menikah. Ada banyak referensi yang saya baca. Mulai Dilatasi Memori, Diorama Sepasang Albanna, Sakinah Bersamamu, Catatan Hati Seorang Istri, Jangan Bercerai Bunda, Cinderella Syndrom, dll. Saya juga sengaja menonton drama korea Emergency Couple guna mencari gambaran bagaimana laki-laki dan perempuan menghadapi suatu hal bernama perceraian, mengapa mereka memilih perceraian, dan bagaimana hidup mereka setelah perceraian. Tulisan ini semata-mata adalah bagaimana saya memandang sebuah momen bernama PERCERAIAN itu sendiri.
Bagaimana bentuk hati dan cinta ketika ia bersemi dan mengubah segala aspek hidup seseorang? Dari status, kegiatan sehari-hari, hingga persepsi. Barangkali bentuk hati dan cinta itu laksana negeri dongeng tanpa cela manakala kita baru saja belajar mencintai seseorang, sedang mencintai seseorang, dan baru saja menikahi seseorang. Saya pun sempat dengan naifnya berkata: siapapun yang sudah menikahi seseorang, maka ia harus menerima orang yang ia nikahi tanpa tapi. Naif bukan? Seolah saya lupa bahwa seseorang yang dinikahi dan menikahi itu adalah manusia. Manusia yang punya hasrat, persepsi, dan keahlian mengomplain (hahaha...).

Kami Wanita



“God made man stronger but not necessarily more intelligent. God gave woman intuition and femininity. And, used properly, that combination easily jumbles the brain of any man i’ve ever met.” –Farah Fawcett-
Kutipan dari Farah Fawcett tadi cukup relevan dengan kondisi wanita, tentu tanpa mengesampingkan daya laki-laki,ya. Saya juga tidak sedang menjadi feminis. Saya sedang mengagumi betapa Allah memberikan keistimewaan pada wanita saat umat dari agama lain memandang wanita sebelah mata. Allah adil. Adil sekali. Maha adil bahkan. Catatan ini saya tulis bertepatan ketika saya usai menonton film Wanita Tetap Wanita besutan Didi Riyadi, Teuku Wisnu, Irwansyah, dan Reza Rahadian.

Minggu, 26 Januari 2014

Daun yang Gugur



Aku hanya daun
Yang selalu gugur
Saat angin menyapaku
Dan angin itu adalah dirimu
Aku hanya daun
Yang selalu gugur
Tapi aku tak pernah mampu
Membencimu yang menggugurkanku
Aku hanya daun
Yang selalu gugur
Sesering kau menghampiriku
Sesering itu pula aku hancur
Aku hanya daun
Yang selalu gugur
Dan aku berharap pada Tuhanku
Suatu hari akan ada hujan
Yang memberiku dunia baru
Dengan begitu,
Aku bisa melupakan
Sakitnya tergugurkan olehmu.

Roudhotul Jannah, 17 Januari 2014 20:38

Kamis, 23 Mei 2013

Ketika Allah Menyentuh Hatiku dengan Cara yang Kusuka


Lagi, Allah selalu tahu bagaimana caranya menyentuh hatiku. Hari ini aku dibangunkan pukul 01.50 WIB karena aku belum shalat Isya’ (yang ini bukan untuk ditiru).  Setelah 10 menit berada di kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu, aku bersiap-siap untuk menunaikan shalat. Tapi, ‘krucukkk....krucukkkk’ aku baru ingat kalau seharian kemarin aku hanya sekali makan nasi. ‘Pantas saja jam segini sudah lapar!’  batinku. Kubuat segelas susu coklat dingin (karena Sidoarjo itu panasnya Masya Allah) dan mengambil beberapa cemilan di kulkas. Setelah mengisi perut sebentar, aku pun shalat.
Usai shalat, ternyata kantukku sudah hilang. Kunyalakan televisi yang hanya kulihat ketika aku ada di rumah dan ketika ingin melihat saja. Kebiasaan hidup tanpa televisi di kontrakan ketika sedang aktif kuliah di Malang membuatku tidak lagi suka menonton televisi.  Angka-angka channel di remote kupencet bergantian. Tidak ada yang menarik. Sebagian besar yang ditayangkan berhubungan dengan dunia-dunia malam yang liar. Tapi eiitss tanganku terhenti ketika aku sampai di stasiun T**** 7. Ada sebuah film yang diputar. ‘Film apaan nih?’ waktu itu aku tidak sempat melihat judul yang ditayangkan di sudut layar. Ditambah aku juga tidak tahu apakah film ini baru saja dimulai penayangannya atau sudah hampir kelar. Namanya juga nonton dadakan.

Minggu, 03 Maret 2013

kumpulan status facebook-ku

Dinar Rizky
August 7 via mobile
*kenapa belum pakai jilbab?
#mau jilbabin hati dulu,baru jilbabi fisik.
Cinta, jilbabi fisikmu dan perbaiki akhlakmu secara bersamaan dan perlahan-lahan. Tidak ada yg lebih diutamakan di antara keduanya. Keduanya itu wajib dan tak bisa ditunda.
#AyoPakeJilbabSyar'i


Dinar Rizky
August 7 via mobile
*kenapa belum berjilbab?
#takut dibilang fanatik dan dikira teroris.
Lebih takut mana dengan hadits yg mengatakan bahwa "perempuan yang menanggalkan/tidak berjilbab tidak akan mencium baunya surga"...baunya saja tidak, apalagi surganya? Kalau begitu tempatnya dimana?
#AyoPakeJilbabSyar'i
Dinar Rizky
August 6 via mobile
"orang-orang yang benar-benar berpegang pada ajaran Muhammad SAW di akhir zaman akan menjadi orang-orang terasing di dunia"
bagi saudara-saudaraku yg sudah mengambil jalan ini, pernahkah kalian merasa menyesal dalam keterasingan itu? :(

untuk saudara muslim di dunia...


Pelayaran Nusantara dan Bangsa Asing Abad XIX

A. Nusantara Sebagai Pelabuan Penting pada Abad XIX
Semenjak zaman Indonesia klasik makassar sangat berperan penting dalam dunia perdagangan dan pelayaran. Perdagangan di Makassar di bagi menjadi dua periode. Periode pertama, awal pertumbuhan hingga 1667 dimana Makassar dibawah kekuasan kerajaan Gowa dan Tallo. Sejak abad ke-16 para pedagang muslim telah berdatangan ke kerajaan Gowa dan Tallo. Kerajan ini dikenal sebagai Bandar niaga yang baik teduh dan aman dari gelombang besar. Hal yang memperkuat kerajan ini sebagai Bandar niaga ialah dengan penghasil kekayaan alamnya berupa rempa-rempa dan beras ini lah yang membuat kerajaan ini tetap disinggahi para pedagang asing. Rempah-rempah pada waktu itu menjadi barang dagang utama dalam perdagangan maritim. Selain itu kebesan di laut menjadi pedoman politik kerajaan ini. Periode kedua, yakni di masa kekuasaan VOC antara tahun 1667-1799. Makassar pada masa ini fungsi utamanya sebagai pos pengamanan VOC untuk mencegah pedagang lain memasuki Maluku. Namun kejayaan makassar tidak selamanya berjaya.

Majapahit dan Demak Sebagai Negara Maritim

B. Kerajaan Majapahit di Masa Perdagangan Maritim
Sebelum adanya peran dari Mahapati Gadjha Mada yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara dibawah kekuasaan kerajaan Majapahit, kerajaan-kerajaan di Nusantara belum menyadari bahwa mereka merupakan satu Bangsa.
Menurut Anshoriy dan Arbaningsih, (2008:8-9) bahwa Mahapati Gadjha Mada berwawasan maritime (merkantilisme, navalisme, dan teritori). Apa yang dilakukan orang besar tersebut merupakan kebijakan maritim Kerajaan Majapahit yang benar dalam wilayah perairan Nusantara. Kerajaan Majapahit menjadi kerajaan maritim yang memiliki sejumlah negeri. Baik di Sumatra maupun Kalimantan. Wawasan maritim tentusaja memiliki implikasi pada strategi dan kebijakan kerajaan tersebut dalam mengelolah dan memanfaatkan laut, terutama dalam masalah trasportasi dan pertahanan. Sebagai pusat kerajaan, ia harus mampu mengkoordinasi negeri asalnya serta melindungi diri dari serangan musuh. Sistem perhubungan laut Majapahit konon diambil alih oleh Pemerintah Hindia-Belanda ketika berkuasa di wilayah Nusantara. Melihat kondisi “maritim” Majapahit serta potensi laut yang luar biasa, selain sebagai sarana perhubungan, Belanda (VOC) mengalihkan secara total orientasi masyarakat Nusantara menjadi masyarakat darat dan dipekerjakan sebagai tenaga paksa atau kerja rodi. Dengan demikian semangat kebaharian masyarakat Nusantara padam karena transformasi sosio-ekonomi dan budaya yang sengaja dilakukan Belanda demi kepentingan ekonominya. Dengan langka-langka yang dilakukan terhadap penuduk asli Nusantara, Pemerintah Hindia-Belanda menjalankan visi kemaritimannya, yaitu dengan menguasai wilayah perairan Nusantara di kawasan utara: Ternate dan Tidore; kawasan tengah: Makasar; kawasan selatan Batavia dan sepanjang pantai utara Pulau Jawa.

Kerajaan Sriwijaya Sebagai Negara Maritim

Sebagaimana agar mengetahui tentang kehidupan kerajaan maritim di nusantara maka tidak luput dari peranan kerajaan Sriwijaya di dalamnya. Dikarenakan kerajaan Sriwijaya yang letaknya sangat strategis yakni di tepi Selat Malaka yang menjadi persinggahan kapal asing dan menjadi jalur lalu lintas perdagangan India-Cina serta sering dikunjungi pedagang-pedagang dari Persia, Gujarad dan Arab. Untuk menjamin keamanan kawasanya, Sriwijaya membangun armada laut yang kuat sehingga kapal-kapal yang singgah merasa aman dari gangguan para perompak. Pengutan armada laut awalnya hanya ditujukan untuk melindungi para pedagang. Namun hal semacam inilah yang membuat Sriwijaya berkembang menjadi sebuah kerajaan yang sangat memperhatikan kelautan dan bahari sehingga menjadi negara maritime yang kuat.
Cita-cita besar penggagas maritim untuk menata negara dan bangsanya, sungguh amat relevan dengan kenyataan historis kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan nasional pertama di Nusantara. Dalam panggung kawasan Asia Tenggara, kerajaan Sriwijaya tampil sebagai kerajaan yang besar, makmur, bermartabat dan terhormat (Anshoriy dan Arbaningsih. 2008:50). Sebagai kerajan maritim Sriwijaya juga mempunyai hubungan antar kerajan sebagaiman hubungan antara kerajaan Sriwijaya denga kerajaan Mataram dimasa pemerintahan Dinasti Syailendra dan Sanjaya.

Sejarah Perkembangan Teknologi Maritim Pada Masa Prasejarah

Dalam dunia anthropologi dan prasejarah, tentunya kita mengenal sebuah teori dari Brandes yang tergabung dalam Brandes 10 points. 10 poin yang menjelaskan tentang beberapa kebudayaan asli yang dimiliki oleh orang-orang prasejarah. Poin-poin tersebut adalah:
1.bercocok tanam padi/bersawah
2.mengenal permainan wayang
3.mengenal seni gamelan
4.pandai membatik
5.mengenal sistem macapat
6.mengenal alat tukar
7.membuat alat-alat dari logam
8.mengenal sistem pelayaran
9.mengenal ilmu astronomi
10.susunan masyarakat yang teratur

Rabu, 30 Mei 2012

Karena Kau Adalah Ayah

Karena kau adalah ayah
maka nama yang terletak di belakang namaku
adalah namamu, Ayah.
yang menangis bahagia saat aku dilahirkan

Karena kau adalah ayah
maka yang seringkali kuminta
untuk mengajakku bertamasya,
adalah kau, Ayah
yang akan selalu menuruti pintaku meski susah

Karena kau adalah ayah
maka yang seringkali memberiku hadiah
saat kenaikan kelas
adalah kau, Ayah
yang selalu membanggakanku di depan semua orang
walau bukan juara pertama

Karena kau adalah ayah
maka yang seringkali membuatku berjibaku air mata
adalah kau ayah,
setelah kau lupakan cintaku padamu ayah.
setelah kau tak lagi menciumku sebelum aku lelap.
setelah kau membagi cintamu pada yang lainnya
setelah kau seringkali melalaikanku dalam doamu,ayah.

Karena kau adalah ayah
aku ingin selalu membanggakanmu,
bagaimanapun dirimu.
Jadilah kau kebanggaanku,ayah.
seperti kau membanggakanku

sidoarjo, 29 Mei 2012
7.00 wib

Jumat, 04 Mei 2012

soal evaluasi 1

ini dia peta penyebaran manusia purba ke Indonesia.
uraikan secara jelas dan lengkap!
kumpulkan hasil tulisan kalian pada guru mata pelajaran sejarah kalian.

Lokasi Penemuan Artefak Mesolitikum

Manusia pada masa mesolitikum sudah mulai hidup secara semi sedenter. Bekas-bekas tempat tinggal mereka ditemukan di pinggir pantai (kjokkenmoddinger) dan di dalam gua-gua (abris sous roche). Terutama disitulah didapatkan banyak bekas-bekas kebudayaannya, di samping penemuan-penemuan lepas lainnya diberbagai tempat.

Kjokkenmoddinger

Suatu corak istimewa dari mesolitikum ialah adanya peninggalan-peninggalan yang disebut dengan Kjokkenmoddinger. Kjokkenmoddinger berasal dari istilah bahasa Denmark (kjokken = dapur, modding = sampah, jadi arti sebetulnya : sampah-sampah dapur). Didapatkannya di sepanjang pantai Sumatra Timur Laut. Bekas-bekas itu menunjukkan telah adanya penduduk pantai yang tinggal dalam rumah-rumah bertonggak. Hidupnya terutama dari siput dan kerang. Siput-siput itu dipatahkan ujungnya, kemudian dihisap isinya dari bagian kepalanya. Kulit-kulit siput dan kerang yang dibuang itu selama waktu yang bertahun-tahun, mungkin ratusan atau ribuan tahun, akhirnya menjadi bukit kerang yang beberapa meter tinggi. Bukit inilah yang dinamakan kjokkenmoddinger.

Waktu bukit-bukit itu pertama kali ditemukan, para ahli geologi mengira bahwa itu adalah suatu lapisan bumi yang sangat istimewa. Tetapi kemudian dapat ditunjukkan bahwa bukit-bukit itu terjadi oleh tangan manusia (meskipun tanpa disengaja). Dari dalam bukit-bukit kerang itu banyak didapatkan kapak-kapak genggam yang ternyata berbeda dari chopper (kapak genggam paleolitikum). Kapak genggam mesolitikum itu dinamakan pebble atau juga menurut tempat penemuannya, kapak Sumatra.
Suatu macam kapak lagi yang sangat aneh dan hanya terdapat di jaman mesolitikum, ialah yang dinamakan hache courle (kapak pendek). Bentuknya kira-kira setengah lingkaran, dan seperti kapak genggam juga dibuatnya dengan memukuli dan memecahkan batu, dan tanpa diasah. Tajamnya terdapat pada sisi yang lengkung. Kecuali kapak-kapak itu dari bukit kerang ditemukan pulang berbagai pipisan (batu-batu penggiling beserta landasannya).


Abris Sous Roche

Tempat penemuan kedua dari kebudayaan mesolitikum adalah abris sous roche, ialah gua yang dipakai sebagai tempat tinggal. Gua-gua itu sebenarnya lebih menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk memberi perlindungan terhadap hujan dan panas. Di dalam dasar gua-gua itu didapatkan banyak peninggalan kebudayaan, dari jenis paleolitikum sampai permulaan neolitikum, tetapi sebagian besar dari jaman mesolitikum.Penyelidikan pertama terhadap abris sous roche dilakukan oleh Van Stein Callenfels di Gua Lawa dekat Sampung (Ponorogo, Madiun), dari tahun 1928 sampai 1931. Alat-alat yang ditemukan banyak sekali macamnya: alat-alat batu, seperti ujung panah dan flakes, batu-batu penggilingan, kapak-kapak yang sudah diasah (neolitikum), alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, dan jaga alat-alat dari perunggu dan besi. Jadi rupanya ceruk itu lama sekali menjadi tempat tinggal manusia. Bagian terbesar dari alat-alat yang di temukan itu terdiri dari alat-alat tulang, sehingga timbul istilah Sampung bone culture.


Alat-alat yang Digunakan Pada Masa Mesolitikum

Alat Serpih Bilah

Alat serpih-bilah atau flakes adalah alat yang terbuat dari batu dan berbentuk kecil-kecil. Teknik pembuatan alat-alatnya menunjukkan bahwa masih melanjutkan cara-cara pembuatan alat pada masa sebelumnya. Namun pada masa ini, pembuatan alat-alat serpih-bilah jika dilihat dari bentuknya menunjukkan cara pembuatan yang lebih maju. Hal ini dikarenakan bentuk alat serpih bilah yang semakin beragam coraknya dan fungsinya. Kadang –kadang bentuknya kecil dan melalui teknik pemangkasan yang rumit, seperti alat-alat mikrolit yang memiliki bentuk khas geometric (Soejono, 1984:139).

Pengerjaannya ada yang sudah mengalami pemangkasan sekunder. Pemangkasan sekunder adalah pengerjaan serpih setelah dilepaskan dari batu intinya. Biasanya teknik ini lebih menitik beratkan pada pemunculan bentuk alatnya. Bahan batu yang digunakan untuk membuat alat ini adalah kalsedon, batu gamping, andesit, dan sebagainya. Tradisi serpih-bilah ini terutama berlangsung di kehidupan gua yang ada di Sulawesi Tenggara dan pulau-pulau Nusa Tenggara Timur. Beberapa unsur alat serpih-bilah ada yang dikembangkan lebih lanjut pada tingkat kemudian yang lebih modern lagi. Tradisi serpih-bilah di masa yang akan datang berbentuk mata panah bersayap atau bergerigi dan serpih-bilah yang khusus dibuat dari batu obsidian.

Tradisi serpih-bilah berkembang di beberapa daerah di Asia Tenggara. Di Indonesia tradisi ini sebagian besar ditemukan di Sulawesi Selatan (Heekeren, 1972:106-125), yang sebagian pada masa tidak berselang lama didiami oleh suku Toala. Penyelidikan untuk alat serpih-bilah ini berhasil dibuka jalannya oleh dua peneliti dari Swiss, Fritz dan Paul Sarasin.

Alat Tulang

Alat tulang di daerah Asia Tenggara banyak ditemukan di Tonkin. Namun pada penemuannya banyak bercampur dengan kapak genggam Sumatera yang agak kasar. Alat-alat tulang juga dapat ditemukan juga di gua-gua yang terdapat di daerah Hoabinh. Sayangnya jika di Hoabinh, maka populasi alat-alat tulang ini masih lebih sedikit daripada kapak genggam Sumatera.

Selain itu, alat-alat tulang juga terdapat di bukit kerang di Da But, Anam Utara. Alat-alat di daerah ini menunjukkan persamaan dengan alat-alat tulang yang ditemukan di Sampung, Ponorogo dan bukan merupakan bagian dari alat-alat yang ditemukan di Tonkin. Penemuannya pun masih disertai dengan penemuan kapak genggam Sumatera.

Dari penemuan di atas, Van Stein Callenfels berpendapat bahwa tradisi alat-alat tulang yang berasal dari Vietnam Selatan dan Annam mendesak pemakaian alat-alat yang terbuat dari batu (Heekeren, 1772:125-126). Pada akhirnya, tradisi alat-alat tulang tersebut akan mencapai daerah Jawa Timur dan berkembang lebih lanjut di gua-gua yang ada. Pembuatannya dengan cara pembelahan tulang sesuai dengan ukuran alat yang diinginkan, kemudian dikeraskan dengan api dan digosok-gosok sehingga menghasilkan alat yang keras dan tajam.

Rabu, 25 April 2012

teori persebaran manusia purba ke Indonesia


Berikut ini adalah beberapa pendapat dari para ahli yang menyatakan mengenai asal-usul persebaran manusia purba di Indonesia:
*      Prof. Dr. H. Kern dengan Teori Imigrasi menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia (Campa, Kochin China dan Kamboja) . Hal ini didukung oleh adanya perbandingan bahasa yang digunakan di kepulauan Indonesia yang akar bahasanya adalah bahasa Austronesia.
*      Van Heine Geldern berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari Asia. Pendapat ini didukung oleh adanya artefak-artefak yang ditemukan di Indonesia memiliki banyak persamaan dengan yang ada di daratan Asia.
*      NJ. Krom, berpendapat bahwa asal-usul bangsa Indoensia berasal dari daerah Cina Tengah.
*      Moh. Yamin, mengatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Indonesia. Dia melihat bahwa banyak penemuan artefak maupun fosil tertua di Indonesia dalam jumlah yang besar.
*      Drs. Moh Ali, mengatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari Yunan, Cina Selatan.
*      Dr. Brandes, mengatakan bahwa bangsa yang bermukim di kepulauan Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa-bangsa di daerah yang terbentang dari sebelah Utara Formosa, sebelah Barat Madagaskar, sebelah Selatan Pulau Jawa-Bali, sebelah Timur sampai tepi Barat Amerika melalui perbandingan bahasa.
*      Pendapat beberapa ahli, mengatakan bahwa masyarakat yang menempati wilayah-wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Nenek moyang bangsa Indonesia datang melalui dua gelombang yaitu:
·      Proto Melayu (Melayu Tua), merupakan orang Austronesia yang pertamakali datang ke Indonesia sekitar tahun 1500 SM melalui jalur Barat (Malaysia-Sumatera) dan jalur Timur (Philipina-Sulawesi) dengan membawa kebudayaan kapak persegi (Jalur Barat) dan kapak lonjong (jalur Timur) Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan Proto Melayu adalah: Suku Dayak, Toraja, Batak, Papua dsb.
·      Deutro Melayu (Melayu Muda), masuk ke wilyah Indonesia sekitar 400-300 SM  melalui jalur Barat, dengan membawa kebudayaan Logam, seperti : Nekara (Moko), kapak corong, juga mengembangkan kebudayaan Megalitik. Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan Deutro Melayu adalah : Jawa, Melayu dan Bugis.