Pages

Subscribe:

Labels

Shopping Online

Tampilkan postingan dengan label pengalaman konyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengalaman konyol. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 April 2012

undangan pernikahan mbak dedew


Hmmm hari ini surprise banget....
Meskipun pada awalnya ga ada yang istimewa, tapi di penghujung malam, ada sesuatu yang berbeda.
Diawali dengan keadaan sepi di kontrakan yang Cuma berisi 3 biji akhwat alias cewe karena pada ditinggal keluar rumah, kontrakan kami yang imut ini mendadak rame. Kenapa? Ini dia jawabannya.
Waktu kami bertiga (aku, mifta, sama nissa) lagi nyantai sambil ngerjain tugas kuliah, mendadak seseorang ngetuk pintu rumah kami.
“tok tok tok.... assalamu’alaikum” terdengar suara perempuan mengetuk pintu rumah kami.
“wa’alaikumsalaaaaam, masuk mbak.” Kenapa kami langsung menjawab seperti itu?karena kami tahu, itu mbak dewi. Salah satu senior kesayangan kami yang sekarang lagi ngajar di TK Putera Zaman. Udah biasa aja kalo mbak dewi main kesini.
“Ada apa mbak?”kami nanya serempak. Kemudian mbak dewi menyalami kami satu per satu.
“ini loh dek, mau ngasih sabunnya Nia sama jarit (kain batik). Lho, nia sama elys mana dek?”
“Lagi keluar rumah semua mbak.” Jawabku, Nissa, dan Mifta nyaris barengan. Walaupun dengan nada riuh simpang siur bersahut-sahutan.
“nih dek, aku ngembaliin jaritnya elys. Sekalian nitip sabunnya nia ya?” mbak dewi mengeluarkan satu per satu barang yang mau dikembalikannya. Tapi tiba-tiba...
“plukkkk...” sebuah benda berwarna hijau muda bersampul plastik mendarat di atas jarit. Ternyata sebuah undangan. Nissa yang pertama kali mengamatinya karena dia yang duduk berhadapan langsung sama mbak dewi.
“hmmm, dewi siapa ya?”pikirnya dalam hati waktu itu. Dibukalah plastik pembungkus undangan itu, kemudian dibaca pelan-pelan. Di dalamnya tertera dua nama. Dewi Metria Husnul Ummah dan Hendi Sriawan. Wawwwwwwwwwwwwwwww???? Kami langsung histeris tak tertahankan. Terlebih-lebih aku yang dari duluuuu sekali udah punya feeling tentang mereka berdua. Meskipun aku nggak pernah tahu kalo mereka berdua berproses ta’aruf, tapi aku punya feeling kalo mereka berjodoh. Dan tralalaaaa terbuktilah dugaanku. J

Special present to my Elder Sister, mbak Dewi Metria Husnul Ummah, S.Pd. i love you, more than you know. Barakallahu laka.

Malang
Selasa, 24 April 2012.

Minggu, 22 April 2012

mau berangkat kondagan, eh motornya ngadat

sore tadi, salah satu penghuni Daarun Ni'mah, N, berniat pergi ke kondangan temennya yang menikah. tapi,lantaran untuk ke lokasi itu sangat sulit dijangkau via angkot, maka dia meminjam motor salah satu saudara yang berwujud honda vario techno. ketika dandanan sudah rapi jali bin cantik, mendadak ia dapat kabar dari si saudara yg dipinjam motornya itu bahwa ia baru tiba dari Batu dan tidak bisa mengantar si N ke kondangan. jadilah dia kelimpungan. kan dia gak bisa naik motor matic. hehehehe :D

jadilah dia minta tolong saudara sekamarku si H untuk nganter dia ke kondangan sekalian nemenin gitu.
"Dek H,ayo melu aku ke kondangan. ni si D baru nyampek dari Batu,capek.kasian."
"Heeh? oke wes mbak. sek tak siap-siap." jawab si H
"Ti (panggilan kesayanganku untuknya), ojok suwi-suwi nek dandan. Wes ndak usah mandi. Nanti aja kalo pulang dari kondangan. Kasian mbak N loo.”
“Oke, aku tak ganti baju tok ya?”

Aku pun pindah posisi ke ruang tamu untuk menemani mbak N. 10 menit kemudian, si H pun keluar. Sambil berucap, “Mbak,aku yo pake baju merah marun loo. Sama kayak sampean.” Aku dan mbak N pun meneliti penampilannya dari ujung jilbab sampe ujung kaos kaki. Jilbab merah marun yang dikombinasikan dengan kaos merah dan rok hitam. Benar-benar menduplikat mbak N banget.wkwkwkwk
“Lho dek, la kok podo plek ngene?”
“Hehehe, aku nduwene iki ee mbak. Bajuku di laundry semua dan belom tak ambil.”
“Gak papa wes. Kayak terima tamu. Hahaha” Jawab Mbak N santai.
“Dudu terima tamu mbak, tapi koyo yayasan atau panti asuhan. Wkwkwkw.”sodara-sodara yang lain pun ikut komentar terhadap penampilan keduanya. Selesai bersiap-siap, keduanya menuju motor yang sudah terparkir di depan rumah.
“Dek D, berangkat dulu ya?” pamit mbak N padaku.
“Ati-ati mbak, ti.” Ujarku sambil menunggu mereka berangkat dari pintu.

Si H pasang gaya bersiap-siap mengendarai motor. Tapi kok gak nyala-nyala ya?
“Mbak, iki piye? Kok ndak nyala-nyala?” ujarnya sambil ngutak atik kunci motor. Yang ditanya pun urun utak atik. Mereka makin kebingungan karena speedometer udah nyala lampunya dan bel juga udah bias dibunyiin. Tapi kok di-starter ndak bisa-bisa ya?
“Dek S, tolong bantuin dong” mbak N langsung manggil dek S yang ada di dalem rumah. Ndak minta tolong aku karena aku ndak bisa naik motor.
“Coba, disela mbak, kayaknya akinya ndak nyala” mereka bertiga pun menyela dan aku jadi penonton setia. Daripada ikut campur tapi malah ngruweti? Hahaha. Setelah disela berkali-kali tetap ndak nyala.
“Mbak, apa telpon mbak D aja ya? Tapi ntar kalo orangnya lagi di jalan, ndak diangkat.”
“Iyo…”
“Apa telpon ikhwan yg tadi nganter motor ini ya?(motor mbak D habis dititipin ke si ikhwan karena mbak D ndak mudik pake motor)”
“sek,sek tak telpon’no D, waduh terima tamune telat iki.hahahaha.”
Setelah berbicara selama beberapa menit, motor tiba-tiba nyala.
“Ealaaaaaaaaaah, dadakno jagang’e harus dinaikin dulu toh. Wwkwkwkwkwk.” Seru si H dan mbak N. si S pun ikut menimpali.
“Oiyo mbak. Vario ee, lali aku?” jeglak!!!! Ternyata, masalahnya sesepele itu? Capek deh!!!! :D

Senin, 21 November 2011

Hadiah Shalat Isya’ Tidak Berjamaah


Tanggal 13 september 2011, seluruh penghuni kontrakan melaksanakan kegiatan rutin tiap bulan syawal. Yakni silaturrahim ke rumah sodara-sodara di tembalangan. Nah, masalah buat aku adalah acara itu dilakukan tepat setelah aku baru pulang kuliah. Lha wong pulang kuliah jam tiga sore, eh langsung berangkat jam 4 sore. Cuma sempat sholat ashar dan siap-siap aja... mandi??? Jangan ditanya.
Nah kami pun jalan-jalan ke daerah tembalangan dari jam 4 sampai jam 6 sore. Jalan kaki lagi. Mendaki gunung lewat lembah.Menyebrangi golden gate. Mantappppzzz. Ga kebayang betapa gempornya kakiku yang imut-imut ini. Shalat maghrib pun kutunaikan di masjid ibnu sina karena takut kehabisan waktu maghrib. Pas nyampe rumah kontrakan udah isya’ (kelamaan nongkrong bareng member 3 idiots siih di SR).
Mbak-mbak dan seluruh penghuni kontrakan lain langsung sholat isya’. Tidak begitu dengan aku. Aku masih enggan beranjak meninggalkan pekerjaan gak pentingku. Yaitu membakar pinggiran kertas yang akan kugunakan untuk menulis puisi. Setelah sholat, salah satu penghuni kontrakan, S masuk kamarku. Ia mengaku mau pinjam kamus dan mengerjakan tugasnya di kamarku, walaupun kamusnya pinjem mbak E. Maklum lah kamarku emang rapi jali dan nyaman ditempati.
Nah pas si S dan sodaraku H keluar rumah buat beli minuman karena air di rumah habis, aku pun sholat. Waktu itu sekitar jam sepuluh malam. Nah di tengah aku mengerjakan sholat, si S pulang dan langsung masuk kamarku lagi. Entah dia lagi sakit perut atau apa, dia langsung buang bom yang baunya setengah mati di kamarku. Ampun!!!! Padahal aku lagi sholat. Dia yang nyadar dengan keberadaanku dan aktivitas yang kulakukan, langsung ngacir keluar kamar sambil ketawa dan berkata: “Sorry mbak D, aku lupa. Kelepasan. Ndak bau kok.”
Dalam hati aku ngedumel “Asemmmm, orang sholat dikentutin.” Aku sholat sembari menahan-nahan nafas. Seusai sholat, aku langsung mencekik leher si S. Mangkel banget aku dibuatnya. Dia Cuma ketawa-ketawa tanpa rasa bersalah gitu. Huh, tapi dibalik itu semua aku dapat satu pelajaran: Jangan menunda-nunda shalat, apalagi sengaja gak jamaah untuk hal yang sebenarnya tidak ada manfaatnya!
Hehehehehe :D