Pages

Subscribe:

Labels

Shopping Online

Tampilkan postingan dengan label catatan kecilku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan kecilku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2015

DISCONNECT : KETIKA TEKNOLOGI MENJADI BUMERANG GENERASI



Generasi gadget. Generasi 2013 adalah generasi gadget. Setuju? Mungkin ada beberapa yang setuju dan ada beberapa yang menolak penyebutan ini. Namun cukuplah bahwa seluruhnya akan sepakat mengenai efek negatif gadget yang belum seharusnya dipercayakan secara penuh pada anak yang belum memiliki filter kuat terhadap berbagai arus informasi sekaligus masih dalam proses membangun karakter diri. Tidak banyak orang tua dan anggota keluarga yang sadar bahwa memberi gadget tak semudah memberi susu pada anak bayi atau memberi permen pada balita yang rewel dan terus menangis. Sehingga mereka dengan begitu mudahnya memberikan gadget pada anak tanpa pengawasan yang berarti. Fenomena seperti ini terjadi hampir di seluruh negara, terutama di negara yang kesadaran atas pendidikan dari sisi emosional dan spiritual masih relatif minim. Salah satu negara yang telah menangkap gelagat fenomena tersebut adalah USA. Amerika. Negara dengan tingkat pendidikan tinggi namun pengelolaan emosional dan spiritualnya masih rendah dibuktikan dengan tingginya tingkat kriminalitas dan bunuh diri yang terjadi di negara tersebut. Kesadaran itulah yang kemudian mendorong beberapa sineas untuk memfilmkannya dengan judul DISCONNECT.

Senin, 15 Juni 2015

Terimakasih Untuk Mencintaiku



Aku, lagi. Semuanya terasa begitu rumit. Aku bahkan tak yakin semuanya akan selesai baik-baik saja seperti yang kuharapkan. Aku, lagi. Aku tidak pernah meminta seseorang mencintaiku. Tapi dia bilang dia mencintaiku. Bahkan berusaha membuatku mempercayainya untuk sedikit menyandarkan diriku. Aku, lagi. Aku pikir dia tidak benar-benar mencintaiku. Tapi dia telah mulai berupaya membuktikan bahwa dia mencintaiku. Aku, lagi. Aku pikir semua berhenti pada saat dia mencintaiku, ternyata hatiku tak sesederhana itu.

Kamis, 30 Oktober 2014

Hoping For a Chance

Aku merasa buruk. Buruk dengan hidupku saat ini. Aku seperti kehilangan cara untuk memperbaikinya. Aku kehabisan cara untuk membuat semuanya lebih baik. Rasanya rencana-rencana itu adalah pelarian. Untuk menenangkan diriku dari segala hal yang tak ingin kulihat. Tapi lagi-lagi aku tersuruk. Terngiang nasihat seorang bijak.

Hipokrit

Hal terburuk dalam hidupku adalah saat aku tahu bahwa aku tak sekuat yg mereka kira.
Aku bisa tersenyum, memberi kata-kata semangat, dan memberi saran untuk masalah orang lain. Tapi aku bahkan tak pernah punya keberaniann untuk menghadapi kenyataan yang terjadi dalam hidupku sendiri.
Lalu? Betapa hipokritnya aku.

Sunshine

Selasa, 05 Agustus 2014

[RECALL]: CADAR... SEBUAH MEMOAR KECIL SOAL SUNNAH YANG TERASINGKAN



Harusnya tak perlu kuingat-ingat lagi. Begitukah? Tapi kenyataannya aku masih ingat. Ingat betul bagaimana (sedikit) ketidak adilan itu menghampiriku. Sejak aku memutuskan untuk berjilbab lebar dan besar, aku benar-benar ingin mengamalkan segala hal yang diperintahkan Allah dan RasulNya kepadaku, pada para muslimah. Termasuk soal cadar atau niqob. Jujur saja dulunya kupikir cadar itu perilaku beragama yang berlebihan. Bukan sunnah melainkan segerombolan orang lebay dalam menutup aurat. Semoga Allah mengampuni kebodohanku. Tapi sejak aku mengenal dakwah ahlus sunnah, mengenal mbak-mbak kos dengan jilbab lebarnya dan keinginan bercadarnya, dan jama’ah yang mengagumkan dalam menggaungkan sunnah, aku jadi tahu bahwa cadar adalah sebuah sunnah. Sunnah yang terlupakan. Bahkan oleh mereka yang mengaku penganut mahzab Imam Syafi’i (mohon maaf jika sedikit kasar).

Jika Aku, Kamu, dan Dia Harus Bercerai....



Akhir-akhir ini saya begitu intens membaca novel atau menonton film yang berkaitan dengan segala pandangan dan hidup wanita sebelum menikah dan setelah menikah. Ada banyak referensi yang saya baca. Mulai Dilatasi Memori, Diorama Sepasang Albanna, Sakinah Bersamamu, Catatan Hati Seorang Istri, Jangan Bercerai Bunda, Cinderella Syndrom, dll. Saya juga sengaja menonton drama korea Emergency Couple guna mencari gambaran bagaimana laki-laki dan perempuan menghadapi suatu hal bernama perceraian, mengapa mereka memilih perceraian, dan bagaimana hidup mereka setelah perceraian. Tulisan ini semata-mata adalah bagaimana saya memandang sebuah momen bernama PERCERAIAN itu sendiri.
Bagaimana bentuk hati dan cinta ketika ia bersemi dan mengubah segala aspek hidup seseorang? Dari status, kegiatan sehari-hari, hingga persepsi. Barangkali bentuk hati dan cinta itu laksana negeri dongeng tanpa cela manakala kita baru saja belajar mencintai seseorang, sedang mencintai seseorang, dan baru saja menikahi seseorang. Saya pun sempat dengan naifnya berkata: siapapun yang sudah menikahi seseorang, maka ia harus menerima orang yang ia nikahi tanpa tapi. Naif bukan? Seolah saya lupa bahwa seseorang yang dinikahi dan menikahi itu adalah manusia. Manusia yang punya hasrat, persepsi, dan keahlian mengomplain (hahaha...).

Kami Wanita



“God made man stronger but not necessarily more intelligent. God gave woman intuition and femininity. And, used properly, that combination easily jumbles the brain of any man i’ve ever met.” –Farah Fawcett-
Kutipan dari Farah Fawcett tadi cukup relevan dengan kondisi wanita, tentu tanpa mengesampingkan daya laki-laki,ya. Saya juga tidak sedang menjadi feminis. Saya sedang mengagumi betapa Allah memberikan keistimewaan pada wanita saat umat dari agama lain memandang wanita sebelah mata. Allah adil. Adil sekali. Maha adil bahkan. Catatan ini saya tulis bertepatan ketika saya usai menonton film Wanita Tetap Wanita besutan Didi Riyadi, Teuku Wisnu, Irwansyah, dan Reza Rahadian.

Kamis, 23 Mei 2013

Ketika Allah Menyentuh Hatiku dengan Cara yang Kusuka


Lagi, Allah selalu tahu bagaimana caranya menyentuh hatiku. Hari ini aku dibangunkan pukul 01.50 WIB karena aku belum shalat Isya’ (yang ini bukan untuk ditiru).  Setelah 10 menit berada di kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu, aku bersiap-siap untuk menunaikan shalat. Tapi, ‘krucukkk....krucukkkk’ aku baru ingat kalau seharian kemarin aku hanya sekali makan nasi. ‘Pantas saja jam segini sudah lapar!’  batinku. Kubuat segelas susu coklat dingin (karena Sidoarjo itu panasnya Masya Allah) dan mengambil beberapa cemilan di kulkas. Setelah mengisi perut sebentar, aku pun shalat.
Usai shalat, ternyata kantukku sudah hilang. Kunyalakan televisi yang hanya kulihat ketika aku ada di rumah dan ketika ingin melihat saja. Kebiasaan hidup tanpa televisi di kontrakan ketika sedang aktif kuliah di Malang membuatku tidak lagi suka menonton televisi.  Angka-angka channel di remote kupencet bergantian. Tidak ada yang menarik. Sebagian besar yang ditayangkan berhubungan dengan dunia-dunia malam yang liar. Tapi eiitss tanganku terhenti ketika aku sampai di stasiun T**** 7. Ada sebuah film yang diputar. ‘Film apaan nih?’ waktu itu aku tidak sempat melihat judul yang ditayangkan di sudut layar. Ditambah aku juga tidak tahu apakah film ini baru saja dimulai penayangannya atau sudah hampir kelar. Namanya juga nonton dadakan.

Minggu, 03 Maret 2013

kumpulan status facebook-ku

Dinar Rizky
August 7 via mobile
*kenapa belum pakai jilbab?
#mau jilbabin hati dulu,baru jilbabi fisik.
Cinta, jilbabi fisikmu dan perbaiki akhlakmu secara bersamaan dan perlahan-lahan. Tidak ada yg lebih diutamakan di antara keduanya. Keduanya itu wajib dan tak bisa ditunda.
#AyoPakeJilbabSyar'i


Dinar Rizky
August 7 via mobile
*kenapa belum berjilbab?
#takut dibilang fanatik dan dikira teroris.
Lebih takut mana dengan hadits yg mengatakan bahwa "perempuan yang menanggalkan/tidak berjilbab tidak akan mencium baunya surga"...baunya saja tidak, apalagi surganya? Kalau begitu tempatnya dimana?
#AyoPakeJilbabSyar'i
Dinar Rizky
August 6 via mobile
"orang-orang yang benar-benar berpegang pada ajaran Muhammad SAW di akhir zaman akan menjadi orang-orang terasing di dunia"
bagi saudara-saudaraku yg sudah mengambil jalan ini, pernahkah kalian merasa menyesal dalam keterasingan itu? :(

untuk saudara muslim di dunia...